9-Wawang-Anwaruddin-M.Sc-Apt.

 

WAWANG ANWARUDIN, M.Sc., Apt adalah Direktur Akademi Farmasi (Akfar) Muhammadiyah Kuningan yang aktif dalam membangun desa binaan dengan menggalakan budidaya tanaman obat keluarga (Toga).

Kiprah laki-laki sukses yang lahir di Kuningan, 19 Juni 1978, dan bertempat tinggal di Grage Manoa Estate, ini dalam mewujudkan impiannya membentuk kemandirian masyarakat. Terutama dalam bidang kesehatan, khususnya pada sektor obat-obatan alami atau herbal.

Berawal, ketika dirinya ditunjuk sebagai tim pendiri perguruan tinggi di Kabupaten Kuningan oleh persyarikatan Muhammadiyah.

“Waktu itu saya aktif mengajar di Sekolah Menengah Farmasi (SMF) Muhammadiyah Cirebon, selain itu saya juga aktif mengajar di SMK Bhati Indonesia,” katanya.

Tahun 2008, saya mengajukan untuk mendirikan perguruan tinggi di Kuningan, dikarenakan melihat adanya potensi yang baik untuk berkembang, di mana banyak orang Kuningan yang menimba ilmu harus jauh ke luar kota, terutama untuk bidang farmasi belum ada pesaingnya di Kabupaten Kuningan.

“Alhamdulillah, saya mendapat restu untuk itu, dan Akfar di tahun 2008 berdiri menjadi perguruan tinggi Muhammadiyah pertama di Kabupaten Kuningan, tempatnya bergabung dengan kampus SMK Muhammadiyah, Dua tahun, kemudian menyusul berdirinya Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah berdiri. Alhamdulillah, tahun 2015 Akfar bisa memiliki lahan sendiri dan mandiri membangun kampus di Kecamatan Cigugur,” tuturnya.

Sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat, Akfar Muhammadiyah membentuk desa binaan. Sehingga dengan adanya desa binaan ini, untuk wilayah desa tersebut masyarakatnya bisa paham terhadap penanganan-penanganan penyakit yang bisa diatasi oleh tanaman yang ada di sekitar, dikatakan Wawang.

“Kita membudidayakan pengetahuan dan informasi kepada masyarakat akan jenis tanaman apa saja yang bisa memanfaatkan pekarangan rumah warga untuk ditanami tanaman obat. Sehingga, ketika mengalami sakit ringan yang mendadak, seperti demam, masuk angin, pilek, atau kurang enak badan, masyarakat tidak perlu lagi ke dokter atau membeli obat kimia, tetapi bisa menggunakan tanaman di sekitarnya untuk pengobatan,” ujar Wawang.

Dan, untuk mendorong masyarakat ke dalam sektor industri, lanjut Wawang dalam memanfaatkan peluang bisnis di bidang kefarmasian. Akfar Muhammadiyah menjalin kerja sama dengan Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC), melakukan penelitian terhadap tanaman-tanaman yang bisa menjadi bahan baku obat, tumbuh di kawasan Gunung Ciremai.